Kinerja Dipertanyakan Akibat Sering Terjadi Pemadaman, Luhut Sinaga Desak Pimpinan PLN Perawang Dicopot

PEKANBARU, RIAU, dailyindonesia.co – Kualitas pelayanan kelistrikan di wilayah Perawang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, kembali menuai kritik tajam. Koordinator Nasional LSM KCBI, Luhut Sinaga, mengecam keras buruknya kinerja manajemen PLN Unit Pelayanan Perawang yang dinilainya gagal mengatasi persoalan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa solusi jelas.

Dalam pernyataannya, Luhut mengungkapkan keheranannya mengapa permasalahan yang sama terus berulang dari tahun ke tahun, sementara akar masalah dan penyebab utamanya tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan publik.

“Pertanyaan mendasar yang terus kami ajukan hingga kini belum terjawab: apakah gangguan listrik ini murni disebabkan faktor teknis dan alam, atau justru akibat ketidakprofesionalan pengelolaan maupun petugas di lapangan? Ketidakpastian inilah yang membuat masyarakat terus bertanya-tanya,” tegas Luhut Sinaga, Sabtu (23/5/2026).

Luhut menjelaskan, secara standar pelayanan dan teknis kelistrikan, pemutusan arus listrik memang dapat terjadi dalam kondisi tertentu. Biasanya, pemadaman dilakukan secara wajar dan terkendali saat terjadi hujan lebat, sambaran petir, atau risiko korsleting. Hal ini merupakan langkah antisipasi demi keamanan instalasi dan keselamatan, serta akan dinyalakan kembali setelah kondisi lingkungan aman.

Namun, kondisi yang terjadi di Perawang dinilai sangat menyimpang dari kelaziman tersebut. Pemadaman justru kerap terjadi secara tiba-tiba di saat cuaca cerah, tanpa hujan, dan tanpa ancaman petir sama sekali.

“Kondisi di sini sangat berbeda. Sering kali listrik mati mendadak padahal langit cerah, tidak ada hujan, dan tidak ada petir. Hal ini bukan sekali atau dua kali, melainkan sudah terlalu sering terjadi. Ketika hal ini menjadi rutinitas yang mengganggu, wajar jika timbul kecurigaan dan kekecewaan mendalam terhadap kinerja pengelola,” ungkapnya dengan nada kesal.

Melihat ketidakmampuan manajemen setempat dalam menjawab keluhan warga dan memastikan pasokan listrik yang stabil, Luhut menuntut langkah evaluasi tegas dari pimpinan pusat. Ia meminta agar Kepala PLN Perawang segera diberhentikan dan diganti dengan pemimpin yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi.

“Kami menuntut agar pimpinan PLN Perawang segera dicopot dari jabatannya. Ganti dengan sosok yang benar-benar profesional, yang mampu menganalisis dan menjawab mengapa fenomena pemadaman terus terjadi di wilayah ini. Masyarakat Perawang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dan kepastian kelistrikan yang layak,” pungkas Luhut Sinaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *