KABUPATEN BEKASI,dailyindonesia.co – Beredarnya informasi tidak terverifikasi, rumor, hingga berita bohong (hoax) di media sosial dan platform digital menjadi sorotan tajam. Khususnya pemberitaan yang mengaitkan kasus “WC Sultan” dengan Almarhum mantan Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja serta Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, termasuk praktik manipulasi foto menggunakan efek AI untuk menuduh korupsi. Tindakan ini dinilai melanggar Kode Etik Jurnalistik, berpotensi menimbulkan fitnah, serta bertujuan menjatuhkan reputasi pihak tertentu.
Ketua DPC WBI Kabupaten Bekasi, H. Apud Saepudin, angkat bicara terkait fenomena tersebut dalam keterangannya pada Rabu (18/03/2026). Ia menegaskan bahwa kasus WC Sultan sebenarnya sudah selesai dan tidak ada masalah lagi. Apud menyoroti beredarnya berita di platform seperti TikTok dan Facebook yang kembali mengungkit isu tersebut, bahkan menyebut Almarhum H. Eka Supria Atmaja sebagai tersangka.
“Menurut saya itu sudah selesai tidak ada masalah lagi. H. Eka itu bukan tersangka, Almarhum sudah tiada, jangan lagi ungkit hal itu. Kalau seperti ini terus, kasihan masyarakat selalu disuguhkan berita yang tidak benar,” tegas Apud.
Lebih lanjut, Apud menekankan peran media sebagai pilar keempat demokrasi. Ia meminta seluruh insan media untuk menyebarkan informasi yang positif dan terverifikasi fakta, serta menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Kabupaten Bekasi.
“Saya berpesan kepada rekan-rekan media, silahkan saja membuat berita, tetapi tolong berikanlah penyebaran informasi yang positif untuk masyarakat. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas faktanya,” ucapnya.
Apud juga mengajak seluruh masyarakat dan media untuk bersatu mendukung program-program Bupati guna mewujudkan visi “Bekasi Bangkit Maju Sejahtera”. Ia meminta agar konten-konten berita yang tidak benar dan miring yang beredar di media sosial segera dihapus.
“Mari sama-sama kita wujudkan Bekasi Bangkit Maju Sejahtera dengan cara mendukung program-program Bupati. Kalau rekan media selalu menyuguhkan pemberitaan yang tidak benar, mau sampai kapan Kabupaten Bekasi maju? Saya mengajak untuk rekan media yang memberitakan sesuatu yang belum benar faktanya, kalau bisa dihapus postingan yang menyebar di TikTok dan Facebook,” tambahnya.
Sebagai warga asli Bekasi, Apud menyatakan keberatannya atas berita-berita miring yang terus menyerang Plt Bupati Bekasi. Ia menantang pihak-pihak yang membuat dan menyebarkan berita tersebut untuk berdialog secara langsung.
“Jujur saya selaku Ketua WBI Kabupaten Bekasi sangat keberatan adanya berita-berita miring yang terus menyerang Plt Bupati Bekasi. Karena berita itu sangat tidak jelas dan tidak bertanggung jawab, saya ingin tahu siapa yang membuat berita itu. Saya ingin duduk bareng dengan yang membuat berita miring tersebut, saya siap diundang oleh yang membuat berita miring, jangan sampai yang membuat beritanya saya undang,” pungkas Apud.













