Berita  

WNA Rusia Pelaku Penganiayaan di Pantai Marina Boom Banyuwangi Ditetapkan Tersangka

Banyuwangi – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan warga Rusia berinisial AF (50) berlanjut dengan penetapannya sebagai tersangka. Penetapan tersangka setelah melalui proses gelar tertutup dan penyelidikan yang dilakukan oleh satresekim Polresta Banyuwangi.

 

Sebelumnya Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pendalaman kasus dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti termasuk CCTV dan menghadirkan ahli. Selanjutnya, WNA yang juga menjabat sebagai direktur Banyuwangi Internasional Yacht Club (BIYC) itu ditetapkan sebagai tersangka.

 

“Iya, masuk ke penganiayaan ringan. Sudah tersangka,” kata Kompol Lanang, Senin (11/5/2026).

 

Sesuai dengan alat bukti yang telah dikumpulkan oleh satreskrim Polresta Banyuwangi, Lanang menyatakan AF terbukti melakukan penganiayaan ringan.

 

“Bukan tidak terbukti, terbukti penganiayaan, namun penerapan pasal yang disangkakan sesuai alat bukti, masuknya penganiayaan ringan,” tegas Lanang.

 

Diketahui sebelumnya, Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia diduga melakukan penganiayaan terhadap SHN (56), warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Peristiwa itu terjadi saat korban tengah mempersiapkan festival Idul Fitri bertajuk “Gebyar Lebaran” di Kelurahan Mandar.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian hidung serta mengeluhkan nyeri pada tulang hidung. Selain itu, pipi kanan korban juga lebam hingga membiru. Saat mencoba membela diri, korban sempat terjatuh hingga lutut kanannya terkilir dan sulit digerakkan.

 

Peristiwa tersebut bermula pada Minggu  (29/3/2026) pagi, saat korban tengah melakukan cek sound untuk perlengkapan acara yang disewa warga Kampung Mandar. Ia tidak menyangka suara sound system miliknya diduga mengganggu WNA Rusia yang merupakan pemilik restoran di kawasan Pantai Boom Banyuwangi.

 

Merasa kaget, korban berusaha melindungi perlengkapan sound system miliknya yang baru saja diperbaiki. Ia mencoba menjauhkan WNA tersebut dengan cara mendorong, namun aksinya justru dibalas dengan pukulan berulang kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *