BATALKAN AKSI DEMO DI PDAM TIRTA PATRIOT: FOPERA KOTA BEKASI TETAP TUNTUT TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS

KOTA BEKASI, dailyindonesia.co — Rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan digelar oleh Forum Perjuangan Rakyat (FOPERA) Kota Bekasi di lingkungan PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Jumat (26/6/2026), secara resmi dibatalkan. Pembatalan tersebut disampaikan melalui surat pemberitahuan yang dilayangkan kepada Kepolisian Resor (Polres) Metro Kota Bekasi terkait situasi yang tidak memungkinkan untuk pelaksanaan aksi.

Dalam surat bernomor 01290.54.FOPERA.11/05/019.2026 tertanggal 26 Juni 2026, Ketua Koordinator Cabang FOPERA Kota Bekasi, Syarif Hidayatulal, bersama Koordinator Lapangan, Tio Ari Widowo, menyatakan keputusan pembatalan tersebut. Meski membatalkan pelaksanaan unjuk rasa fisik, pihaknya menegaskan tidak mencabut sejumlah tuntutan mendasar yang ditujukan kepada jajaran pimpinan PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi.

Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi lima poin utama:

1. Mendesah Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi untuk segera melakukan transparansi penuh atas penyertaan modal Pemerintah Kota Bekasi pada tahun anggaran 2023, 2024, dan 2025.
2. Meminta penjelasan dan transparansi terkait dugaan hilangnya aset poncol tanpa prosedur yang jelas.
3. Menuntut kepatuhan penuh terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah.
4. Mengharapkan permintaan maaf secara terbuka dari pimpinan PDAM kepada masyarakat Kota Bekasi atas buruknya kualitas layanan air yang dirasakan selama ini.

Pihak FOPERA menegaskan bahwa keputusan membatalkan demonstrasi bukan berarti mengendurkan pengawasan atau menerima kondisi yang ada. Langkah ini ditempuh semata karena pertimbangan situasi di lapangan yang dinilai tidak memungkinkan, namun aspirasi dan tuntutan kebenaran tetap diperjuangkan melalui jalur yang lebih terstruktur dan kooperatif.

Surat pemberitahuan ini diserahkan kepada Polres Metro Kota Bekasi sebagai bentuk tertib administrasi sekaligus wujud kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Masyarakat Kota Bekasi diharapkan tetap tenang dan percaya bahwa perjuangan untuk mewujudkan PDAM yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik akan terus dikawal ketat oleh elemen masyarakat.

Saat di konfirmasi oleh media dailyindonesia.co Koordinasi Lapangan Demo Imron menulis pesan singkat:
“Ada situasi yang ngga bisa disampaikan, ini lagi di rumah sakit semua temen temen kak”, (Jumat,26/6/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari manajemen PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh FOPERA Kota Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *