JAKARTA, dailyindonesia.co — Dalam upaya mendorong kemajuan kualitas sumber daya manusia dan memperkaya wawasan keilmuan bangsa, Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) menggelar pertemuan strategis dengan perwakilan World Philosophical Forum (WPF) University. Pertemuan bilateral bersejarah ini berlangsung di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026), dihadiri langsung oleh pimpinan utama kedua belah pihak.
Delegasi PPWI dipimpin oleh Ketua Umum DPN PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., didampingi Wakil Ketua III Bidang Hubungan Internasional, Dr. Abdul Rahman Dabboussi. Sementara itu, WPF University diwakili oleh akademisi senior mereka, Dr. Muhammad Jeseus Chrishna.
Bertempat di ruang pertemuan eksekutif, diskusi berlangsung hangat namun sarat substansi selama kurang lebih dua jam, dimulai pukul 13.30 WIB. Kedua pihak menemukan kesamaan visi dalam merespons tantangan global, khususnya mengenai urgensi penyuntikan nilai-nilai kebijaksanaan universal dan filsafat dunia ke dalam sistem pengembangan karakter dan intelektualitas di Indonesia.
Sebagai buah dari pembicaraan intensif tersebut, PPWI dan WPF University menyepakati penjalinan kerja sama formal yang berfokus pada pengembangan program pendidikan transformatif. Langkah konkret selanjutnya yang direncanakan adalah pertemuan teknis lanjutan guna merampungkan cetak biru (blueprint) kerja sama, mekanisme pelaksanaan, serta persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Empat Pilar Utama Kerja Sama Strategis
Terdapat empat poin krusial yang disepakati sebagai landasan kolaborasi kedua lembaga:
1. Sosialisasi Program Doktor Kehormatan (Doctoral Award Program): Melakukan kampanye literasi luas kepada publik dan civitas akademika terkait program Doctor of Scientific-Practical Philosophy (D.S.P.P), penghargaan berbasis keahlian nyata dan kontribusi bagi kemanusiaan yang diakui secara internasional.
2. Rekrutmen dan Fasilitasi Peserta: PPWI akan menjadi mitra resmi WPF University dalam menjaring, menyeleksi, dan memfasilitasi para profesional, akademisi, serta tokoh masyarakat Indonesia untuk mengikuti program-program unggulan universitas tersebut.
3. Pendampingan Penelitian dan Penilaian: Menyediakan ekosistem riset yang ketat dan terstandar akademik internasional, guna memastikan setiap penelitian yang dihasilkan memiliki dampak sosial yang positif dan terukur.
4. Pengembangan Intelektual Publik: Menyelenggarakan serangkaian pelatihan, seminar, dan pendidikan berbasis filsafat dunia untuk melahirkan pemikir-pemikir kritis yang mampu menganalisis fenomena sosial dengan wawasan inklusif dan progresif.
Harapan Besar Kemitraan Strategis
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyambut antusias kesepakatan ini. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan global seperti WPF University menjadi tonggak perluasan kontribusi PPWI, tidak hanya di ranah jurnalistik, namun juga di bidang pendidikan dan pembangunan peradaban.
“Kami merasa sangat terhormat dapat berkolaborasi dengan WPF University. Pendidikan yang kering dari nilai filosofis hanya akan melahirkan kecerdasan yang berpotensi manipulatif. Melalui kemitraan ini, kami ingin mencetak generasi intelektual baru yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun memiliki kedalaman moral dan kebijaksanaan. Ini adalah ikhtiar kita meletakkan batu bata bagi kejayaan peradaban Indonesia dan dunia,” ujar Wilson usai pertemuan.
Senada dengan itu, Dr. Muhammad Jeseus Chrishna dari WPF University menyampaikan kekagumannya terhadap komitmen dan visi PPWI. Ia menilai organisasi ini sebagai mitra strategis ideal yang memiliki jaringan luas dan dedikasi tinggi terhadap pencerdasan bangsa.
“Kami merasakan energi positif dan keselarasan jiwa pemikiran dengan PPWI. Indonesia memiliki potensi luar biasa, dan melalui integrasi pendidikan filsafat dunia, kita dapat mengarahkan potensi tersebut demi kemajuan kemanusiaan universal. Semoga kerja sama ini menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan kearifan lokal Indonesia dengan panggung pemikiran global,” ungkap Dr. Muhammad Jeseus Chrishna.
Dengan kesepakatan awal ini, kedua belah pihak bergerak cepat menyusun rincian teknis agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat luas, mewarnai dunia pendidikan non-formal dan pengembangan sumber daya manusia unggul di tanah air.












