Banyuwangi, – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang membidangi Pangan Dr. (H.C) Zulkifli Hasan,S.E.,M.M, bersama Wakil Bupati,hadiri acara Rembuk Tani yang di gelar oleh PT.Pupuk Indonesia (Persero) di RTH Karangbendo, Dusun Karanganyar,Desa Karangbendo,Kecamatan Rogojampi,Banyuwangi, pada Kamis (14/5/2026) siang.
Dalam kunjungannya, Menko Pangan didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono beserta jajaran.
Setibanya di lokasi, Zulkifli Hasan menyapa ratusan petani yang telah menunggu kehadirannya. Ia juga menanyakan pada para petani yang hadir tentang ketersediaan pupuk bersubsidi apa tepat sasaran dan harga tetap stabil. Sontak ratusan petani kompak menjawab bahwa mereka sangat puas dengan pemerintah,saat ini petani sudah tidak sulit lagi mencari pupuk. Tentunya didapatkan dengan harga yang stabil,sehingga dapat meningkatkan hasil panen.
Digelarnya Rembuk Tani ini bertujuan untuk menjaring aspirasi petani, membahas berbagai permasalahan yang dihadapi, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Menko pangan Zulhas mengatakan bahwa pemerintah siap mendukung para petani dan juga ingin mengenal langsung permasalahan yang ada di Banyuwangi dibidang pertanian.
” Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Kami ingin mendengar langsung dari petani mengenai permasalahan yang mereka hadapi, agar kami dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif,” ujar Zulhas.
Dalam Rembuk Tani ini, para petani menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, misalnya: kesulitan mendapatkan pupuk, harga jual hasil panen yang rendah, kurangnya akses terhadap teknologi pertanian. Mereka juga memberikan berbagai usulan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Sementara itu,Saroyo Utomo Winarno selaku SM Regional 3A PT.Pupuk Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa, harga pupuk stabil dan merata serta produktifitas petani meningkat.

“Pupuk salah satu input ketahanan pangan lancar bahkan penebusan untuk jatim hampir 50% dari alokasi 2 juta termasuk Banyuwangi didalamnya itu juga 50% menunjukan kelancaran penyaluran kemudian juga daya beli petani cukup baik, kita doakan hasil panen tahun meningkat untuk seluruh ketahanan pangan, holti dan perkebunan, alokasi sudah ditentukan hampir 10 juta untuk Jatim, paling tinggi yang dialokasikan urea dan NPK yang utama, mengenai harga sudah ada subsidi dan daya beli meningkat harga gabah bagus mangkanya penyerapan sangat tinggi dan lancar, ” ujar Saroyo.
Beberapa solusi yang dihasilkan dalam Rembuk Tani ini antara lain penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, harga jual hasil panen,serta pelatihan dan pendampingan bagi petani.
Sayidi salah satu petani yang hadir,menyampaikan bahwa, “Kami bersyukur dan sangat berterimakasih pada pemerintah,khususnya pada Bapak Presiden Prabowo. Dimasa pemerintahnya begitu sangat memperhatikan petani. Menjamin ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau. Karena selama ini pupuk menjadi problem utama kami, jika pupuk lancar dan harganya sesuai, kami bisa fokus meningkatkan hasil panen, “ucapnya.
Sayidi menambahkan, Jangan hanya fokus pupuk kimia, tetapi juga memberikan perhatian pada pupuk organik karena pupuk organik sangat ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas tanah. Kami juga mengapresiasi pemerintah untuk menyederhanakan proses pembelian pupuk bersubsidi, ” imbuhnya.












