Trenggalek, dailyindonesia.co – Kabupaten Trenggalek menjadi tuan rumah dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) E-sport Jawa Timur yang resmi dibuka oleh Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati, pada Jumat (25/10). Dalam kesempatan tersebut, Dyah menyampaikan harapannya agar ajang ini mampu melahirkan atlet-atlet e-sport bertalenta yang tidak hanya berprestasi di tingkat regional, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.
“Dengan era digital ini semua tanpa batas. Melalui e-sport, kita berharap tercipta generasi yang mampu memanfaatkan peluang digital sebagai prospek karir dan sumber income yang menjanjikan,” kata Dyah saat membuka acara di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Meskipun awalnya kurang memahami dunia e-sport, Dyah mengaku semakin mengerti potensi olahraga ini setelah mendengarkan pemaparan dari Ketua Umum E-sport Jawa Timur, Brigjen Pol Rudy Trenggono.
Acara yang dihadiri oleh kontingen dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Timur ini berlangsung meriah dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, khususnya generasi muda. Dyah menambahkan, e-sport mampu memberikan kontribusi positif jika dikelola dengan baik. Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar bermain video game, melainkan menguji ketangkasan dan memberikan peluang karir di masa depan.
Ketua Umum E-sport Indonesia (ESI) Jawa Timur, Brigjen Pol Rudy Trenggono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa e-sport telah menjadi olahraga yang banyak diminati di Jawa Timur. Kejuaraan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para atlet e-sport berbakat di Jawa Timur agar dapat mengembangkan kemampuan mereka hingga tingkat internasional. “Jawa Timur telah melahirkan berbagai atlet, baik di level nasional maupun klub internasional, bahkan menjadi tempat pertandingan e-sport di level Asia Tenggara,” ungkap Rudy.
Rudy juga menyampaikan bahwa e-sport telah menjadi cabang olahraga yang diakui hingga Olimpiade, sehingga mampu menjadi sumber penghasilan bagi para atlet. Berdasarkan pengamatannya, seorang atlet e-sport asal Banyuwangi mampu meraup pendapatan hingga Rp. 75 juta per bulan karena bergabung dengan klub internasional. Melihat peluang tersebut, ESI Jatim akan semakin menggalakkan sosialisasi e-sport ke sekolah-sekolah untuk mencetak talenta-talenta muda berbakat di bidang ini.
Namun, Rudy juga menekankan pentingnya pengelolaan waktu bagi para atlet e-sport agar tidak bermain lebih dari dua jam per sesi demi menjaga kesehatan mereka. “Bermain terlalu lama tanpa istirahat bisa mengganggu kesehatan dan performa atlet. Oleh karena itu, latihan yang teratur dengan rehat cukup akan lebih bermanfaat,” tuturnya.













