Trenggale, dailyindonesia.co – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugianto, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk memperbaiki beberapa sekolah rusak di wilayah Kabupaten Trenggalek. Keputusan ini diambil setelah melalui rapat kerja intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pembahasan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024.
Mugianto menjelaskan, dalam rapat tersebut, Komisi II bersama OPD melakukan rasionalisasi anggaran dengan memangkas pos-pos yang dinilai kurang mendesak. “Kami melakukan rasionalisasi anggaran, menghapus pos yang kurang penting. Rencananya, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan sekolah yang sempat viral,” ujarnya.
Beberapa sekolah yang menjadi prioritas perbaikan adalah SDN 3 Prambon di Kecamatan Tugu, di mana siswa terpaksa belajar di dalam tenda akibat gedung sekolah yang rusak parah, serta SMP Suruh yang atapnya hampir roboh.
Rencana perbaikan sekolah ini, menurut Mugianto, akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. “Anggaran tersebut akan diberikan kepada Dinas Pendidikan setelah rasionalisasi anggaran dilakukan,” tambahnya.
Meskipun beberapa sekolah berada di lahan yang bukan aset milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Mugianto menyebutkan bahwa hal ini dapat diatasi dengan MoU antara pemilik lahan dan Pemerintah Daerah atau Dinas Pendidikan, selama ada kesepakatan untuk menghibahkan lahan tersebut.
Demi memenuhi kebutuhan anggaran perbaikan yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar, Komisi II melakukan pemotongan dan rasionalisasi anggaran di hampir semua dinas mitra, termasuk pengurangan anggaran di Sekretariat DPRD hingga Rp 500 juta.
Perbaikan infrastruktur sekolah ini menjadi prioritas Komisi II DPRD Trenggalek sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Trenggalek, serta memastikan kelangsungan kegiatan belajar mengajar di tempat yang aman dan layak bagi para siswa.













