Blitar, dailyindonesia.co — Kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar kembali menjadi sorotan masyarakat sepanjang tahun 2026. Mulai dari jalan berlubang, tambalan cepat rusak, hingga akses wisata yang membahayakan pengguna jalan ramai dikeluhkan warga melalui media sosial maupun pengaduan langsung ke pemerintah daerah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blitar mengakui masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan serius. Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan perbaikan 30 titik jalan dengan total anggaran sekitar Rp80 miliar.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan, menyebut perbaikan difokuskan pada ruas strategis yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah dan banyak dikeluhkan masyarakat. Program mencakup pembangunan jalan beton maupun hotmix di berbagai kecamatan.
Salah satu ruas yang sempat menjadi perhatian publik berada di wilayah Kedungbanteng menuju Pantai Pasur. Jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat dan dinilai membahayakan pengguna, terutama kendaraan roda dua. DPUPR kemudian melakukan pengaspalan setelah menerima laporan masyarakat.
Selain itu, aksi protes warga juga sempat viral di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu. Warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang disebut telah berlangsung lebih dari dua tahun. DPUPR menyatakan ruas tersebut berstatus jalan desa sehingga menjadi kewenangan pemerintah desa.
Di tengah percepatan pembangunan, muncul pula kritik dari masyarakat terkait kualitas pengerjaan jalan yang dinilai sering bersifat tambal sulam. Dalam berbagai diskusi publik di media sosial dan forum daring, warga menyoroti jalan yang cepat kembali rusak akibat drainase buruk dan tingginya beban kendaraan berat.
Tak hanya fokus pada perbaikan jalan eksisting, DPUPR Kabupaten Blitar juga mengusulkan pembangunan jalan sirip menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) senilai Rp94 miliar kepada pemerintah pusat. Proyek tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas kawasan selatan dan akses wisata.
Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama tahun 2026. Namun di lapangan, masyarakat berharap perbaikan yang dilakukan tidak sekadar menjadi proyek jangka pendek, melainkan mampu menghadirkan kualitas jalan yang lebih awet dan aman digunakan.(Vol)












