Bogor,Dailyindonesia.co–Rabu,1Juli 2026
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Salam sejahtera untuk kita sekalian,
Syalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu.
Yang Saya Hormati:
– Wakil Presiden Republik Indonesia Sdr. Gibran Rakabuming Raka, B.Sc;
– Presiden Republik Indonesia Ke-5, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri;
– Presiden Republik Indonesia Ke-6, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC;
– Presiden Republik Indonesia Ke-7, Ir. H. Joko Widodo beserta Ibu;
– Ibu Negara Presiden Republik Indonesia Ke-4 Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid;
– Ibu Negara Presiden Republik Indonesia Ke-6 Hj. Tuti Sutiawati Try Sutrisno;
– Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-10 dan Ke-12 Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla beserta Istri;
– Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-11 Prof. Dr. H. Boediono, B.Sc., M.Ec. beserta Istri;
– Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-13 Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin beserta Istri;
– Para Pimpinan Tinggi Negara;
– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia;
– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia;
– Ketua dan Wakil Ketua Lembaga-Lembaga Tinggi Negara;
– Yang Mulia Para Duta Besar Negara Sahabat dan Atase Kepolisian Negara Sahabat;
– Para Menteri Koordinator, Para Menteri, dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih;
– Kepala Kepolisian Republik Indonesia beserta seluruh Prajurit Polri di mana pun berada;
– Panglima TNI beserta Para Kepala Staf Angkatan;
– Jaksa Agung Republik Indonesia;
– Kepala Badan dan Kepala Lembaga Pemerintahan;
– Para Pimpinan Partai Politik;
– Pimpinan Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan;
– Para Mantan Kapolri, Sesepuh, Senior, dan Para Purnawirawan Polri;
– Hadirin dan Undangan yang Saya Hormati;
– Saudara-saudaraku Sebangsa dan Setanah Air di mana pun berada;
– Seluruh Peserta Upacara yang Saya Hormati dan Saya Banggakan.
Hadirin yang saya muliakan,
Pertama-tama, sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita bersyukur atas segala karunia-Nya, sehingga hari ini dapat berkumpul dalam Upacara Kebesaran Memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Pada peringatan Hari Bhayangkara yang ke-80 ini, saya selaku Presiden Indonesia menyampaikan selamat dan rasa bangga kepada seluruh keluarga besar Polri di mana pun saudara-saudara bertugas.
Saya juga menyampaikan apresiasi tertinggi dari negara serta ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan yang telah saudara-saudara tunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional dan tanpa lelah.
Peserta Upacara dan Undangan yang saya banggakan,
Tema Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 adalah “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”
Tema ini mengandung makna bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam seluruh perjalanan pengabdiannya bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini berarti bahwa seluruh pengabdian Polri diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Perwujudan pengabdian kepada masyarakat tentunya dapat tercapai apabila Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya mampu mencerminkan kesigapan, ketegasan, dan profesionalisme untuk memberikan pelayanan terbaiknya. Fokus utama pelayanan Polri yaitu pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Apabila masyarakat telah sungguh-sungguh merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang.
Peserta Upacara dan Undangan sekalian,
Kita sadari bersama bahwa Bangsa Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional tentunya tidak dapat lepas dari pengaruh geopolitik global. Dinamika global saat ini yang diwarnai oleh rivalitas kekuatan besar, perang siber, kejahatan transnasional, dan ketidakpastian ekonomi dunia sebagai dampak adanya perang Amerika Serikat, Israel dengan Iran, menuntut kesiapan dan kemampuan Polri untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kejahatan yang dimungkinkan akan terjadi, termasuk di dalamnya memperkuat keamanan siber serta mendukung misi perdamaian dunia.
Menyikapi perkembangan situasi geopolitik global maupun regional yang semakin dinamis saat ini menjadi tantangan yang serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas. Kejahatan yang berevolusi cepat seiring kemajuan teknologi informasi serta tingginya ekspektasi publik terhadap Polri, menuntut Polri untuk mampu beradaptasi dan merespons secara cepat setiap tuntutan publik.
Dalam menghadapi hal tersebut, Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dampak adanya dinamika global serta menjawab setiap tuntutan publik. Polri harus mampu membaca, mengadaptasi, dan merespons setiap perubahan serta tuntutan publik yang semakin tinggi harapannya terhadap keberadaan Polri.
Peserta Upacara dan Undangan sekalian,
Suksesnya beberapa program pemerintah tentunya tidak terpisahkan dari peran penting Kepolisian dalam mengawal agenda strategis nasional, di antaranya:
1. Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang diwujudkan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 1.179 unit dari target 1.500 unit;
2. Dukungan terhadap Program Swasembada Pangan melalui optimalisasi lahan jagung dengan total lahan seluas 651.196 hektare yang berhasil mendongkrak produksi jagung nasional sebesar 9% atau setara 1,36 juta ton;
3. Penegakan hukum terhadap kejahatan yang merusak moral bangsa dan memicu kebocoran keuangan negara, seperti kejahatan narkoba, penyelundupan, dan judi online;
4. Program penyediaan rumah bagi PPP dan masyarakat, di mana Polri telah berhasil meresmikan 10.905 unit hunian dari rencana pembangunan 15.923 unit; serta
5. Menjaga stabilitas keamanan untuk investasi dan hilirisasi melalui pengamanan pada Proyek Strategis Nasional, kawasan industri hilirisasi, serta ladang-ladang energi.
Peserta Upacara dan Undangan sekalian,
Tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks. Selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensional, Polri juga dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi Polri sebagai wujud nyata dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat.
Dengan telah disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, hendaknya dapat menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri di mana pun bertugas untuk melakukan pembenahan-pembenahan, baik di bidang pembinaan secara internal institusi Polri maupun bidang operasional, guna menjawab dinamika perkembangan zaman dan tuntutan publik.
Oleh karenanya, pada momentum Hari Bhayangkara yang ke-80 ini, saya perintahkan kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dengan mempedomani hal-hal sebagai berikut:
Pertama, Perkuat Reformasi Kelembagaan Polri.
Polri harus memastikan proses reformasi birokrasi Polri mampu mewujudkan institusi Polri yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Tunjukkan bahwa Polri adalah institusi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui transformasi organisasi yang lebih responsif dan terbuka terhadap pengawasan publik.
Kedua, Tingkatkan Profesionalitas dalam Pelaksanaan Tugas.
Polri harus mampu memastikan profesionalitas setiap anggota dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum. Manfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta tingkatkan transparansi proses kerja dan perkuat akuntabilitas organisasi. Hal ini sangat penting untuk meraih kepercayaan publik terhadap Polri.
Ketiga, Perkuat Kapasitas Sumber Daya Manusia untuk Menghadapi Kompleksitas Ancaman.
Ini adalah tantangan utama Polri di era digital. Kemajuan teknologi informasi senantiasa dibarengi dengan perkembangan karakteristik ancaman keamanan. Polri harus mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusianya untuk mampu menghadapi ancaman keamanan yang bersifat multidimensional. Sehingga dengan kapasitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, dan menguasai teknologi serta berorientasi pelayanan, Polri tidak hanya mampu menjadi penjaga keamanan, namun juga menjadi pelindung bagi masyarakat dari ancaman dan kejahatan.
Keempat, Tingkatkan Fleksibilitas Organisasi dalam Menghadapi Lingkungan Strategis yang Dinamis.
Saya tegaskan, di tengah situasi geopolitik global yang sangat dinamis, Polri harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Polri harus mampu mendeteksi setiap perubahan yang terjadi, merespons peluang dan ancaman dengan cepat, serta beradaptasi dengan lingkungan. Polri harus mampu menjadi institusi kepolisian modern yang berbasis data, prediktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kelima, dan ini yang terpenting, Penguatan Legitimasi Institusi Polri.
Dalam negara demokrasi, legitimasi Polri tidak hanya dilihat dari keberhasilan Polri dalam pelaksanaan tugas, namun juga pengakuan dan kepercayaan publik terhadap Polri. Untuk itu, Polri harus mampu menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat. Bangun budaya integritas organisasi. Perkuat komunikasi publik, respons cepat keluhan dan kritik publik, serta manfaatkan media sebagai sarana untuk memperkuat reputasi Polri.
Para Insan Bhayangkara yang saya banggakan,
Perlu saudara-saudara pahami, bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar kewajiban, namun merupakan komitmen institusi Polri untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Perlu diingat, bahwa tugas pokok Polri bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum semata, namun juga menjaga kepercayaan publik. Untuk itu, Polri harus bertransformasi menuju institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan prediktif serta menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri Polri.
Polri telah melewati berbagai cobaan, kritik, dan tuntutan perubahan. Dan setiap kali menghadapi tekanan, Polri selalu bangkit, berbenah, dan membuktikan dirinya. Itu adalah watak sejati sebuah institusi yang berakar pada nilai pengabdian. Semakin tinggi tingkat pengabdian yang dirasakan masyarakat, maka kepercayaan publik akan meningkat dan legitimasi Polri semakin kuat.
Dengan disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, merupakan kado manis bagi institusi Polri, namun sekaligus tantangan bagi Polri untuk mampu menjawab ekspektasi publik terhadap Polri yang lebih baik. Hal ini adalah penegasan bahwa masyarakat dan negara percaya bahwa Polri mampu bertransformasi, mampu menjawab tantangan zaman, dan mampu berdiri tegak sebagai penjaga keadilan yang sesungguhnya.
Kepercayaan ini adalah modal paling berharga yang harus dijaga dengan kinerja nyata, bukan retorika semata. Kita berdiri hari ini di atas pundak sejarah yang panjang.
Peserta Upacara dan Undangan yang saya hormati,
Sebelum mengakhiri amanat ini, sekali lagi saya ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Jadilah insan Bhayangkara sebagai panggilan tugas yang mulia, panggilan untuk menjadi anggota Polri yang lebih baik, lebih profesional, dan lebih bermanfaat. Jadikan setiap tugas sebagai ibadah, jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita memakai seragam ini.
Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman. Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju.
DIRGAHAYU POLRI!
Sekian dan terima kasih.
WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
OM SHANTI SHANTI SHANTI OM
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PRABOWO SUBIANTO












