JAKARTA, dailyindonesia.co — Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum – Kawasan Indonesia Sejahtera (LBH-KIS), Febrian Willy Atmaja, S.H., M.H., menyampaikan usulan strategis kepada Presiden Prabowo Subianto terkait upaya membangun kesadaran nasional dan kebanggaan akan luasnya kedaulatan wilayah NKRI. Usulan ini disampaikan menanggapi persepsi publik yang kerap memandang posisi Indonesia lemah di kancah global, padahal secara geografis dan demografis Indonesia merupakan negara besar dan kuat.
Willy menegaskan, secara fakta bentangan wilayah Indonesia jauh melampaui persepsi umum masyarakat. Sebagai gambaran, jarak dari London ke Istanbul di Benua Eropa hanya setara jarak dari Sabang hingga Makassar atau Kupang, padahal wilayah Indonesia masih membentang luas hingga perbatasan timur Merauke. Selain itu, kekuatan demografis Indonesia hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai 287,19 juta hingga 287,88 juta jiwa, yang merupakan potensi sumber daya manusia luar biasa besar.
Menurut Willy, rasa minder masyarakat sebagian besar dipengaruhi oleh tampilan peta dunia yang beredar selama ini, di mana wilayah Indonesia digambarkan berukuran kecil. Hal ini secara tidak sadar membentuk persepsi psikologis bahwa Indonesia adalah negara yang sempit.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Presiden Prabowo segera memerintahkan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk merevisi dan menyesuaikan tampilan peta dunia agar mencerminkan proporsi ukuran yang sebenarnya.
“Kami minta Presiden memerintahkan BIG segera melakukan penyesuaian peta dunia. Peta harus menggambarkan fakta sesungguhnya, agar rakyat tidak lagi terbiasa melihat Indonesia sebagai negara kecil,” tegas Willy, Jumat (6/6/2026).
Tak hanya itu, LBH-KIS juga mendesak diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) yang mewajibkan pemasangan peta Indonesia berukuran besar, lengkap dengan 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, di seluruh ruang publik. Lokasi pemasangan meliputi kantor pemerintahan pusat dan daerah, gedung pelayanan publik, hotel, sepanjang jalan utama, hingga titik-titik keramaian.
“Tujuannya jelas, menanamkan kesadaran utuh bahwa negara kita sangat besar, luas, dan kaya. Sehingga bangsa ini tidak perlu merasa rendah diri, apalagi membanggakan negara lain yang wilayahnya bahkan tidak seluas nusantara kita,” pungkasnya.
Willy berharap langkah konkret ini mendapat perhatian serius pemerintah guna membangun mentalitas dan kebanggaan bangsa yang kokoh di tengah dinamika geopolitik dunia.












