Waspada Ancaman Hantavirus: Penyakit Mematikan dari Tikus, Kenali Gejala & Cara Cegahnya

KOTA BEKASI, dailyindonesia.co — Meski hingga kini belum ada laporan kasus positif di Kota Bekasi, Dinas Kesehatan Kota Bekasi tetap mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Hantavirus. Langkah antisipasi dan pemahaman yang benar dianggap sangat penting guna mencegah datangnya penyakit berisiko tinggi ini, yang bersumber dari hewan pengerat, khususnya tikus.

Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah penyakit menular jenis zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia, dan sama sekali tidak menular antarmanusia. Namun, bahayanya sangat nyata: virus ini menyerang organ vital tubuh, yaitu paru-paru yang dikenal sebagai Sindrom Paru Hantavirus (Hantavirus Pulmonary Syndrome/HPS), atau ginjal yang disebut Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome/HFRS). Angka kematian akibat penyakit ini bisa mencapai 38% jika penanganan medis terlambat dilakukan.

Lewat Apa Saja Penularannya?
Jalur penularan utama adalah melalui udara. Virus ini terbawa dalam debu halus yang berasal dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang sudah mengering dan terhembus ke udara. Risiko tertular sangat tinggi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, atau bangunan kosong yang lama tak terpakai dan penuh kotoran tikus, tanpa menggunakan alat pelindung diri yang memadai.

Kenali Gejalanya Sejak Dini
Gejala penyakit ini terbagi menjadi dua fase yang harus diwaspadai:

– Fase Awal: Sering disalahartikan sebagai flu biasa, meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot di seluruh tubuh, rasa lemas luar biasa, disertai mual hingga muntah.
– Fase Lanjut: Kondisi makin parah dengan munculnya sesak napas, batuk-batuk, hingga dada terasa tertekan berat. Jika gejala ini muncul setelah Anda berinteraksi atau berada di ruangan yang ada kotoran tikusnya, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah Pencegahan: Terapkan “3M Plus”
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan menekankan penerapan langkah sistematis dan aman:

1. Menutup: Segera tutup rapat segala celah, lubang, atau retakan yang bisa menjadi jalan masuk tikus ke dalam rumah.
2. Membersihkan: Bersihkan kotoran tikus dengan prosedur aman: Semprotkan larutan disinfektan atau pemutih (bayclin) dengan perbandingan 1:10, diamkan selama 5 menit agar virus mati, baru kemudian dilap atau dibersihkan. Dilarang menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena akan menyebarkan debu berisi virus. Wajib gunakan masker N95 dan sarung tangan karet saat membersihkan.
3. Menyimpan: Simpan seluruh bahan makanan dan minuman dalam wadah yang tertutup rapat agar tidak terjangkau dan terkontaminasi tikus.
4. Plus: Tambahan langkah aman: Buka jendela dan ventilasi selama 30 menit sebelum memasuki ruangan yang lama tertutup; rutin menjemur kasur dan membersihkan sudut-sudut rumah atau gudang agar tidak menjadi sarang tikus.

“Hantavirus sebenarnya sangat bisa dicegah. Kuncinya ada pada perilaku hidup bersih, sehat, dan pengendalian populasi tikus di lingkungan sekitar. Kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran Puskesmas untuk bersiaga penuh dan aktif melakukan penyuluhan langsung ke warga,” tegas pernyataan resmi Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun tetap waspada dan disiplin menjaga kebersihan. Kewaspadaan dini adalah benteng paling ampuh agar Kota Bekasi tetap bersih dari ancaman virus mematikan ini.

Sumber: website Infem Kemenkes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *