KOTA BEKASI, dailyindonesia.co — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Ukhuwah Batak Muslim (UBM) di Masjid Marhaban, Pekayon, Selasa (25/8/2026), menjadi momen memperdalam kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan sesama umat Islam.
Sebelum acara dimulai, Ketua Umum UBM, Dr. Marhaban Sigalingging, menyambut kedatangan tokoh masyarakat Prof. Dr. Boomer Pasaribu di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, Marhaban menyerahkan dua karya yang lahir dari perjalanan hidup dan kegiatannya: buku biografi berjudul Menata Jalan Pulang: Perjalanan Hidup, Perjuangan dan Pengabdian, serta Album Rohani Batak Muslim yang memuat 21 syiar lagu ciptaannya, lengkap dengan tafsir dan makna yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, serta pendapat para ulama salaf.
“Lagu-lagu ini telah kami unggah di YouTube. Video klipnya dinyanyikan bersama Andi Situmorang (Personal Trio Ambisi) dan Arsad Brutu (Trio Nuansa), bahkan sebagian pengambilan gambar dilakukan di tanah suci Mekkah dan Madinah,” ungkap Dr. Marhaban.
Dikenal sebagai budayawan sekaligus pendiri UBM, Dr. Marhaban Sigalingging berharap karya-karya tersebut dapat mengajak masyarakat berbuat kebaikan sekaligus memuliakan masyarakat Batak yang beragama Islam.
Dalam sambutan peringatan Maulid Nabi, ia mengajak seluruh umat menjadikan sosok Rasulullah SAW sebagai teladan nyata dalam keseharian.
“Semangat Maulid bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat agar kita senantiasa meneladani akhlak dan sifat-sifat Rasulullah, mempererat silaturahmi, serta menjaga kebersamaan dalam menghadapi setiap tantangan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah ,baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat luas.
“Mari kita jaga solidaritas dan soliditas sesama anggota UBM, serta terus memperkuat persaudaraan dengan seluruh umat Islam,” pesannya.
Acara berlangsung penuh kekhusyukan dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota UBM. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual, melainkan sarana memperkokoh nilai-nilai persatuan, kebaikan, dan keteladanan yang dibawa oleh Rasulullah SAW.












