KABUPATEN BEKASI,dailyindonesia.co – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil langkah konkret guna mengatasi masalah kekeringan di sektor pertanian. Upaya ini dilakukan melalui percepatan normalisasi aliran sungai sekunder dan saluran irigasi, Sabtu (02/05/2026).
Kegiatan ini difokuskan untuk mengatasi pendangkalan aliran air yang selama ini sering menjadi penyebab utama kekeringan di lahan persawahan. Normalisasi kali sekunder menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah sedimentasi dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
Dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator, petugas melakukan pengerukan lumpur, pembersihan sampah, dan penebasan tanaman liar. Pekerjaan ini bertujuan untuk memperdalam dan memperlebar saluran, sehingga kapasitas tampung dan aliran air dari sungai utama menuju lahan pertanian di wilayah hilir dapat berjalan optimal.
Penumpukan sedimen yang terjadi selama bertahun-tahun membuat fungsi irigasi menurun drastis. Melalui pengerukan ini, diharapkan fungsi saluran air dapat kembali normal.
Langkah strategis ini dilakukan untuk menyelamatkan ratusan hingga ribuan hektar area persawahan yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Sukatani, Pebayuran, dan Karangbahagia. Dengan demikian, ketersediaan air diharapkan tetap terjaga cukup meski memasuki musim kemarau.












