Ibu Elisabeth Paulus Titirloloby, Kogoya, Sairery, Rumbiak, S.Pd Rayakan Ulang Tahun Sekaligus Family Inauguration dan Prosesi Penyematan Marga Adat

JAKARTA UTARA, dailyindonesia.co — Suasana hangat dan penuh makna budaya menyelimuti perayaan ulang tahun Ibu Elisabeth Paulus Titirloloby, Kogoya, Sairery, Rumbiak, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Dragon Gold Papua. Acara digelar di Cafe Sagolicius, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (1/7/2026), sekaligus dipadukan dengan kegiatan Family Inauguration serta prosesi adat penyematan marga kepada suaminya, Bapak Sintong Paulus, yang dikenal sebagai Komisaris Utama perusahaan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri keluarga besar Sairery dan Rumbiak, tokoh masyarakat, serta warga asal Papua yang bermukim di Jakarta. Kehadiran mereka menjadikan momen ini bukan sekadar perayaan pribadi, melainkan wujud nyata pelestarian budaya, penguatan persaudaraan, dan penghormatan terhadap nilai‑nilai leluhur.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Prof. Dr. Yan Herbert Rumbiak, S.H., MCL., M.M. selaku kakak kandung Elisabeth sekaligus Dewan Pembina PT Dragon Gold Papua ,bertindak mewakili keluarga besar menyampaikan mandat adat. Di momen itu, Sintong Paulus secara resmi menerima penyematan marga Sairery dan Rumbiak, sementara kedudukan Elisabeth ditegaskan kembali sebagai anak adat dari Keluarga Besar Sairery‑Rumbiak. Turut menyaksikan sekaligus memberikan penghormatan atas pelestarian budaya ini Purnawirawan Mayjen TNI Donni Hutabarat dan Laksda TNI Dr. Nazali Lempo, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat di perusahaan yang dipimpin Elisabeth.

Selain penyematan marga, rangkaian acara juga diisi pemberian mahkota adat sebagai tanda penghargaan dan penguatan ikatan kekeluargaan sesuai tradisi masyarakat Papua.

Di samping peran sosial dan budaya, Elisabeth dikenal memimpin PT Dragon Gold Papua yang bergerak di sektor strategis: pertambangan emas, perak, nikel, timah, serta logam mulia lainnya. Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan pendekatan kerja yang adaptif dan terpadu guna mendukung pembangunan serta kebutuhan industri di wilayah Papua.

Dalam sambutannya, Elisabeth menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada semua pihak yang hadir: “Semoga momen ini semakin menguatkan persaudaraan dan menjadi semangat bagi kami untuk terus berkarya bagi tanah Papua.” Ia juga menegaskan tekadnya bersama suami untuk berkontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti infrastruktur penerangan di daerah‑daerah yang masih membutuhkan.

Sementara itu, Sintong Paulus menyampaikan harapan agar rencana investasi dan pengembangan usaha yang sedang disusun segera mendapatkan kelengkapan izin dari Pemerintah Papua. “Dengan izin yang lengkap, kami bisa beroperasi, menyumbang pendapatan daerah, membuka lapangan kerja, dan membantu masyarakat Papua keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, perayaan ini menjadi babak bersejarah bagi keluarga besar Rumbiak dan Sairery. Di tengah kehidupan perantauan di ibu kota, acara ini menjadi bukti bahwa nilai budaya dan persaudaraan tetap dijaga, diwariskan, dan diperkuat demi kebersamaan yang kokoh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *