Pangdam Jaya Kukuhkan Pengurus & Sematkan Sabuk Hitam PSM: Perkuat Karakter dan Ketahanan Prajurit

BEKASI, dailyindonesia.co — Kodam Jaya/Jayakarta kembali menegaskan komitmen menjaga warisan budaya sekaligus membangun ketangguhan fisik dan mental prajurit. Pangdam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., memimpin langsung kegiatan pengukuhan pengurus tingkat provinsi dan cabang, serta penyematan Sabuk Hitam Kehormatan Perguruan Pencak Silat Militer (PSM) wilayah Kodam Jaya. Acara berlangsung khidmat di GOR Chandrabhaga, Bekasi Selatan, Selasa (12/5/2026).

Turut mendampingi Pangdam Jaya, Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, S.E., M.M., serta sejumlah pejabat utama Kodam Jaya. Kegiatan dipimpin Kadisjasad Kodam Jaya yang juga Ketua Pengurus Pusat PSM, Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han., dan dihadiri sekitar 1.700 peserta yang terdiri dari unsur pengurus, pelatih, dan anggota PSM se-Wilayah Jayakarta.

Struktur Kepemimpinan Lengkap dan Terarah

Dalam acara tersebut, ditetapkan sekaligus dikukuhkan struktur kepengurusan baru yang menempatkan pucuk pimpinan daerah sebagai penanggung jawab utama. Pangdam Jaya resmi menjabat Ketua Dewan Pembina PSM Pengprov DKI Jakarta, didampingi Kasdam Jaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.

Di tingkat cabang, komandan kewilayahan juga diberi amanah memimpin: Danrem 051/Wijayakarta dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina PSM Pengcab Jakarta Timur, sedangkan Danrem 052/Wijayakrama menjabat Ketua Dewan Pembina PSM Pengcab Jakarta Barat. Penempatan ini menjadi landasan agar pembinaan organisasi berjalan terarah, terkoordinasi, dan sesuai prinsip organisasi militer.

Sematkan Sabuk Hitam: Apresiasi dan Simbol Keunggulan

Momen puncak kegiatan adalah penyematan Sabuk Hitam Kehormatan kepada 91 personel Kodam Jaya. Di antara para penerima penghargaan tersebut, nama Pangdam Jaya tercatat sebagai salah satu yang disematkan sabuk kehormatan, sebagai bentuk pengakuan tertinggi atas dukungan, perhatian, dan kontribusi nyata dalam memajukan PSM di wilayah hukum Kodam Jaya/Jayakarta.

Penyematan ini bukan sekadar peningkatan jenjang keahlian bela diri, melainkan simbol kematangan kemampuan, kedisiplinan, dan komitmen menjaga nilai-nilai luhur pencak silat yang selaras dengan karakter prajurit TNI.

Wadah Pembentukan Mental dan Fisik Prajurit

Dalam arahannya, Pangdam Jaya menekankan bahwa pembinaan PSM memiliki makna strategis. Lebih dari sekadar seni bela diri, pencak silat militer menjadi sarana untuk membentuk ketahanan fisik, ketangguhan mental, serta budi pekerti yang luhur.

“Pencak silat adalah identitas bangsa dan modal utama bagi setiap prajurit. Di sini kita tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga menempa kewibawaan, kesopanan, dan jiwa persaudaraan. PSM harus menjadi wadah yang melahirkan prajurit yang tangguh di medan tugas, berkarakter kuat, dan menjunjung tinggi etika,” tegas Letjen Deddy Suryadi.

Ia berharap, dengan struktur organisasi yang kini telah kukuh, pembinaan akan semakin merata dan berkesinambungan. PSM diharapkan tumbuh menjadi organisasi yang mandiri, solid, dan menjadi kebanggaan keluarga besar Kodam Jaya/Jayakarta.

Kegiatan ditutup dengan peragaan kemampuan bela diri yang memukau, menegaskan bahwa pencak silat di lingkungan TNI tidak hanya dijaga keberadaannya, tetapi terus dikembangkan sebagai bagian integral dari pembentukan prajurit yang profesional dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *