Trenggalek, dailyindonesia.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menggelar rapat paripurna yang membahas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024. Rapat ini menjadi kelanjutan dari serangkaian pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan bahwa dalam rapat tersebut, sejumlah fraksi menyampaikan masukan penting terkait Raperda. Salah satu usulan yang mencuat adalah perlunya memasukkan konsep net zero carbon dalam APBD 2024. Hal ini disarankan karena sesuai dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Trenggalek.
“Beberapa fraksi menyarankan agar konsep net zero carbon dimasukkan dalam APBD, mengingat pentingnya aspek keberlanjutan dalam pembangunan daerah,” ujar Doding dalam keterangannya.
Selain isu lingkungan, fokus pada pengembangan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Anggaran sebesar Rp 18,9 miliar telah dialokasikan untuk memperkuat sektor ini, dan pemanfaatannya diharapkan dapat berjalan optimal.
“Anggaran tambahan untuk infrastruktur harus digunakan dengan maksimal, karena ini merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah ke depan,” tambah Doding.
Selain itu, beberapa fraksi juga mengajukan pertanyaan dan saran terkait aspek-aspek lain dari perubahan APBD tersebut.
Setelah rapat ini, DPRD Trenggalek dijadwalkan untuk menggelar rapat paripurna lanjutan, di mana Bupati Trenggalek akan memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Raperda perubahan APBD tahun anggaran 2024.
“Kami akan segera melanjutkan rapat paripurna berikutnya untuk mendengarkan jawaban dari Bupati,” pungkas Doding.













