BLITAR,dailyindonesia.co – Pekerjaan pembangunan saluran drainase di Jalan Asahan, Kota Blitar, menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan pantauan dokumentasi di lokasi, tidak terlihat adanya papan informasi proyek. Selain itu, pemasangan anyaman besi atau tulangan pada konstruksi saluran juga tampak kurang rapi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan pekerjaan sekaligus kualitas konstruksi drainase yang sedang dibangun.
Dari dokumentasi lapangan, terlihat susunan tulangan besi pada sisi saluran yang tidak seragam. Beberapa bagian rangka besi tampak kurang lurus, sementara jarak antarbesi terlihat bervariasi. Kondisi ini perlu diuji kesesuaiannya dengan gambar perencanaan dan spesifikasi teknis pekerjaan.
Padahal, pemasangan tulangan merupakan salah satu tahapan penting dalam konstruksi beton. Ketepatan diameter besi, jarak antarbesi, kekuatan ikatan, serta ketebalan selimut beton menjadi faktor yang menentukan kualitas dan ketahanan bangunan.
Persoalan lain yang tak kalah penting adalah tidak terlihatnya papan informasi proyek di sekitar lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi menjadi salah satu sarana transparansi agar masyarakat mengetahui nama kegiatan, sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, serta jangka waktu pelaksanaan.
Tanpa informasi tersebut, publik kesulitan mengetahui identitas kegiatan dan pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan pembangunan drainase di Jalan Asahan.
Selain persoalan transparansi dan teknis konstruksi, kondisi galian saluran yang masih terbuka dengan material serta tulangan besi di sekitarnya juga perlu mendapat perhatian dari aspek keselamatan masyarakat. Terlebih, lokasi pekerjaan berada di kawasan yang digunakan untuk aktivitas warga.
Kondisi ini patut menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar. Pengawasan teknis seharusnya memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik proyek.
Sejumlah pertanyaan pun layak diajukan kepada instansi terkait. Apakah pemasangan tulangan besi di Jalan Asahan sudah sesuai gambar kerja? Berapa diameter dan jarak tulangan yang dipersyaratkan? Bagaimana mutu beton yang digunakan? Siapa konsultan pengawas yang bertanggung jawab mengawasi pekerjaan tersebut?
Dinas PUPR Kota Blitar juga perlu menjelaskan mengapa papan informasi proyek tidak terlihat di lokasi sehingga masyarakat tidak memperoleh informasi dasar mengenai kegiatan pembangunan tersebut.
Masyarakat tentu berharap pembangunan drainase tidak hanya menghasilkan bangunan yang terlihat selesai, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang baik, transparan dalam penggunaan anggaran, serta dapat bertahan dalam jangka panjang.
Jangan sampai infrastruktur yang dibangun menggunakan uang publik justru menyisakan tanda tanya mengenai mutu pekerjaan dan mekanisme pengawasannya.
Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas PUPR Kota Blitar maupun pihak pelaksana pekerjaan. Hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait tetap terbuka untuk dimuat sesuai prinsip jurnalistik.(Vol)












