MUARA ENIM,dailyindonesia.co— Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah terus menunjukkan komitmen nyata memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro lokal. Hal ini diwujudkan melalui Pelatihan Bimbingan Keterampilan Teknis Hilirisasi Kopi dan Olahan Serat Nanas Bagi Usaha Mikro Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Sintesa, Muara Enim, pada 1–3 September 2026.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muara Enim, H. Syarifudin, A.P., M.Si., didampingi Plt. Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM, Astuti Martayanti, S.P., M.M. Pembukaan ini menjadi bentuk perhatian serius Pemerintah Daerah dalam memberikan pembekalan teknis kepada pelaku usaha mikro agar mampu mengolah komoditas unggulan daerah menjadi produk bernilai jual tinggi.
Dalam sambutannya, H. Syarifudin menegaskan pentingnya inovasi produk bagi keberlanjutan usaha mikro daerah.
“Pemerintah Kabupaten Muara Enim sangat fokus mendorong pelaku usaha mikro agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menguasai proses hilirisasi. Melalui bimbingan teknis pengolahan kopi dan serat nanas ini, kita ingin UMKM Muara Enim semakin mandiri, inovatif, dan memiliki produk olahan yang berdaya saing tinggi di pasar yang lebih luas.” — ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pada kegiatan ini Dinas Koperasi dan UKM Muara Enim membekali 75 peserta pelatihan kopi secara mandiri satu per satu dengan fasilitas penunjang berupa alat pengukur kadar air kopi (moisture tester).
Pada sesi hilirisasi kopi, Dinas Koperasi dan UKM menghadirkan pendiri Muara Enim Coffee (MEC) sekaligus praktisi kopi daerah, Robi Anugrah Putra, sebagai narasumber utama. Robi memaparkan alur pengolahan kopi secara mendalam, mulai dari tahap biji kopi mentah (green beans), proses penyangraian (roasting), hingga teknik penyajian (brewing) dan pengemasan yang bernilai ekonomis tinggi.
Robi pun mengapresiasi langkah Dinas Koperasi dan UKM Muara Enim yang tidak hanya memberikan bimbingan, tetapi juga membekali peralatan kerja terukur.
“Sinergi yang dibangun Dinas Koperasi dan UKM Muara Enim ini sangat tepat sasaran dan konkret. Pemberian alat pengukur kadar air kopi kepada 75 peserta pelatihan ini adalah langkah krusial, karena penentuan kadar air adalah kunci utama menjaga standar mutu biji kopi. Dengan alat ini dan pembekalan teknis yang ada, para pelaku usaha mikro kita akan semakin siap menghasilkan produk kopi olahan berkualitas tinggi yang diminati pasar.” — ungkap Robi.
Materi serta bantuan fasilitas yang diberikan mendapat respon antusias dari para peserta. Salah seorang peserta pelatihan olahan kopi, Harman, mengaku sangat bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan bimbingan yang didapatkan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami para pelaku usaha kopi di daerah. Selain mendapat ilmu pengolahan kopi yang benar dari Mas Robi, kami juga sangat terbantu karena dibekali alat pengukur kadar air dari Dinas Koperasi. Ini sangat membantu kami menjaga mutu biji kopi saat pascapanen agar bisa diterima pasar secara luas.” — tutur Harman.
Melalui pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini, para peserta dibekali teori sekaligus praktik langsung. Diharapkan mereka mampu mengimplementasikan keterampilan serta memanfaatkan peralatan baru tersebut untuk memperkuat rantai bisnis UMKM di Kabupaten Muara Enim.












