KABUPATEN BEKASI,Dailyindonesia.co — Upaya membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan berdaya terus diperkuat di tingkat akar rumput. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi bersama sejumlah lembaga mitra menggelar kegiatan peningkatan kerja sama antar lembaga dalam peningkatan kualitas keluarga di Aula Kantor Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang diikuti 55 peserta ini bertujuan mewujudkan Desa Cikedokan sebagai Desa BERSINAR sekaligus Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DP3A Kabupaten Bekasi dengan LKS-LRKM YR Kobra Bekasi, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta Yayasan Rangkul Keluarga Kita Berdaya. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas DP3A Kabupaten Bekasi, Hj. Titin Patimah, S.H., M.Si., turut dihadiri Kepala Desa Cikedokan, H. Gorin Santoso, jajaran perangkat desa, ketua BPD, perwakilan RT/RW, kader PKK, Posyandu, tokoh masyarakat, Tim Layanan PPA Kecamatan Cikarang Barat, serta Satgas SAPA Bekasi Desa Cikedokan.
Dalam sambutannya, Hj. Titin Patimah menegaskan bahwa keluarga yang berkualitas adalah fondasi utama pembangunan daerah.
“Jika ada anggota keluarga terjerat NAPZA, jangan dikucilkan — laporkan untuk direhabilitasi, bukan dihukum. DP3A bersama YR Kobra Bekasi membuka pintu seluas-luasnya bagi warga yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Kepala Desa Cikedokan, H. Gorin Santoso, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kehadiran posko layanan dapat semakin memudahkan warga yang selama ini masih ragu untuk melaporkan permasalahan yang dihadapi.
“Warga kami masih banyak yang takut melapor. Dengan adanya Satgas SAPA dan Tim Layanan PPA, warga jadi lebih paham. Aula desa ini terbuka untuk kegiatan lanjutan. Semoga Cikedokan benar-benar menjadi Desa BERSINAR — Bersih dari Narkoba,” ungkapnya.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak DP3A Kabupaten Bekasi, dr. Aab Sihabudin, menekankan tiga pilar penting: perempuan berdaya sebagai awal keluarga berkualitas, perlindungan anak dari tiga bahaya utama (NAPZA, kekerasan seksual, dan perkawinan anak), serta kolaborasi antar pihak sebagai kunci keberhasilan.
“Mari kita wujudkan Desa Cikedokan sebagai Desa Model Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Warga dapat melapor ke Satgas SAPA di desa maupun Tim Layanan PPA di kecamatan. Tidak ada yang harus menghadapi ini sendirian,” jelasnya.
Bahaya NAPZA dan Jalur Penanganan yang Tepat
Narasumber pertama, Konselor Adiksi YR Kobra Bekasi, Ratnoto, S.H., memaparkan dampak penyalahgunaan NAPZA dari aspek fisik, psikis, sosial-keluarga, hingga hukum. Ia juga mengingatkan modus baru peredaran melalui vape, liquid, dan permen yang menyasar pelajar. Ratnoto menegaskan bahwa pecandu yang melapor secara sukarela berhak mendapatkan rehabilitasi, bukan pidana, sesuai amanat Pasal 54 dan 55 UU Narkotika No. 35 Tahun 2009.
“Jalur lapor jelas: mulai dari Satgas SAPA di desa, Tim Layanan PPA di kecamatan, hingga DP3A dan IPWL YR Kobra Bekasi di kabupaten. Gratis dan dijamin kerahasiaannya,” terangnya.
Lindungi Keluarga di Ruang Digital
Perlindungan keluarga tidak hanya di lingkungan fisik, tetapi juga di ruang digital menjadi materi penting yang disampaikan perwakilan Forum TBM, Ibu Murni, S.Pd.I. Ia menjelaskan berbagai bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai dari penyebaran konten intim tanpa izin, pemerasan seksual, hingga perundungan digital. Literasi digital keluarga disebut sebagai vaksin paling efektif.
“Jika mengalami KBGO, jangan hapus bukti. Simpan tangkapan layar, tautan, dan segera lapor ke Satgas SAPA. Ruang Bersama Indonesia harus menjadi ruang aman, baik fisik maupun digital,” pesannya.
Pengasuhan Sehat Cegah Kekerasan
Sementara itu, perwakilan Yayasan Rangkul Keluarga Kita Berdaya, Ibu Ainun, menekankan bahwa pencegahan kekerasan dimulai dari pola asuh di rumah. Keterlibatan aktif orang tua, komunikasi terbuka, dan pengawasan yang hangat disebut sebagai kunci membentuk keluarga yang tangguh.
“Kekerasan tidak lahir tiba-tiba. Pola asuh yang keliru dan jarangnya keterlibatan orang tua menjadi pemicu utama. Bangun komunikasi terbuka, luangkan waktu berkualitas setiap hari, dan jadilah teladan bagi anak-anak,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama peserta untuk mengaktifkan peran Satgas SAPA dan memperkuat posko layanan di Desa Cikedokan. Semangat kebersamaan dibarengi dengan yel-yel kompak: “KELUARGA BERKUALITAS, BEKASI MAKIN BERDAYA! DESA CIKEDOKAN, SEHAT HEBAT, BERSINAR, RBI — AMAN UNTUK PEREMPUAN DAN ANAK!”












