Kab.Bekasi,dailyindonesia.co – Pertumbuhan penduduk dan volume kendaraan yang sangat tinggi di Kabupaten Bekasi memicu tuntutan mendesak pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sejumlah titik rawan kecelakaan. Data tahun 2026 mencatat jumlah penduduk mencapai 3,69 juta jiwa, dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 1,6 juta unit.
Warga menyatakan kebutuhan mendesak akan fasilitas penyeberangan yang aman di ruas jalan utama yang padat arus. Hal ini disampaikan Jaelani, atau akrab disapa Jay, Senin (13/7/2026).
“Pembangunan JPO sangat krusial demi keselamatan pejalan kaki. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera merespons usulan ini,” ujarnya.
Jay menyoroti sejumlah lokasi yang dinilai paling mendesak, antara lain kawasan Tambun Gedung Juang, depan Polsek Cikarang Barat, depan SGC, serta perempatan lampu merah Lemah Abang dan Pasir Gombong.
“Adanya JPO membuat warga bisa menyeberang dengan tenang dan selamat, sekaligus mencegah risiko kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.
Serupa disampaikan Sri Haryati, warga Cikarang Barat. Ia secara khusus menekankan urgensi pembangunan JPO tepat di depan Polsek Cikarang Barat depan SD Negeri Telagaasih O2.
“Jalur itu sangat sering dilintasi anak-anak sekolah. Sangat berbahaya jika belum ada fasilitas penyeberangan yang layak,” ungkapnya.
Warga berharap Dinas terkait dan pihak kepolisian dapat segera meninjau lokasi tersebut serta memprioritaskan pembangunan infrastruktur pelindung pejalan kaki demi keamanan bersama.












