Kecepatan Tak Sesuai Promo, Warga Blitar Keluhkan Layanan Internet MyRepublic yang Sering ‘Lemot’

FOTO : Jaringan Internet Fiber Optik MyRepublik

​BLITAR,dailyindonesia.co – Harapan masyarakat untuk menikmati akses internet cepat nampaknya harus berbenturan dengan kenyataan pahit. Sejumlah pelanggan layanan internet MyRepublic di wilayah Blitar mulai menyuarakan kekecewaannya terkait performa jaringan yang dianggap tidak stabil dan jauh dari janji manis promosi.
​Padahal, dalam kampanyenya, provider ini menawarkan paket internet fiber optik unlimited dengan kecepatan tinggi mulai dari 30 Mbps hingga 1 Gbps. Dengan harga kompetitif mulai dari Rp200 ribuan per bulan, banyak warga yang akhirnya tergiur untuk berlangganan. Namun sayangnya, realita di lapangan justru menunjukkan penurunan kualitas yang signifikan.

YouTube Pun Tak Jalan
​Keluhan utama para pelanggan adalah seringnya terjadi penurunan kecepatan (drop speed) secara mendadak. Bahkan, untuk aktivitas ringan seperti memutar video di platform YouTube, jaringan kerap kali mengalami buffering berkepanjangan hingga tidak dapat berjalan sama sekali.


 

​”Awalnya tertarik karena promonya cepat dan murah. Tapi belakangan ini buat YouTube-an saja tidak jalan. Padahal paketnya tertulis high speed,” keluh salah satu warga yang terdampak.

FOTO: Saat Uji SpeedTest Unduh tinggal 0,8 Mbps, unggah 7,6 Mbps

​Tanggapan Customer Service Dinilai Normatif
​Upaya pelanggan untuk mendapatkan solusi melalui Customer Service (CS) Branch Blitar pun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Saat dikonfirmasi, pihak CS mengklaim bahwa perbaikan teknis telah dilakukan oleh tim terkait.
​Pihak MyRepublic menyarankan langkah-langkah teknis mandiri kepada pelanggan, seperti melakukan restart pada perangkat ONT (modem) hingga melakukan forget network dan menyambungkan ulang perangkat ke jaringan WiFi.

​”Kemarin sudah dibantu perbaikan oleh tim terkait pak, bisa dicoba di-restart ONT-nya pak, atau bisa juga untuk dilupakan jaringan dulu lalu disambungkan ulang,” ujar pihak CS saat melayani keluhan pelanggan.

​Namun, instruksi tersebut dinilai pelanggan tidak menyelesaikan akar permasalahan. Meski prosedur sudah diikuti, jaringan internet tetap saja lemot dan sering kali terputus total. Masyarakat berharap MyRepublic tidak hanya gencar melakukan promosi, tetapi juga dibarengi dengan peningkatan infrastruktur dan layanan purna jual yang nyata agar pelanggan tidak merasa dirugikan secara materi maupun waktu.

​Analisis Teknis Sederhana: Mengapa Restart Sering Gagal?
​Seringkali, masalah pada layanan fiber optik bukan terletak pada perangkat di rumah pelanggan (ONT), melainkan pada:
​Redaman kabel (DB) yang terlalu tinggi di jalur kabel luar.
​Overcapacity pada titik pembagi (ODP).
​Gangguan pada server pusat atau bandwidth yang terbagi terlalu banyak.(Vol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *