PWDPI Award 2026 — Dr.(c) Hermawan: Hukum Harus Menjadi Perisai Rakyat, Bukan Alat Kekuasaan

BANDAR LAMPUNG, dailyindonesia.co — Di tengah peringatan Milad ke-4 Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Ketua Umum Advokat Bela Rakyat Indonesia (ABR Indonesia/ABRI), Dr.(c) Hermawan, S.HI., M.H., C.M., S.H.E.L. didampingi Untung Gunawan,S.H, selaku Komandan Pusat Komando Satgassus ABR Indonesia Menerima Penghargaan Bergengsi PWDPI Award Sustainability 2026 Jategori Pelindung Hukum & Pembela Kaum Lemah. Pada senin (22/09/2026) di Gedung Lamban Kuning Bandar Lampung.

 

Penghargaan bernomor 215/DPP-PWDPI/IX/2026 ini bukan sekadar tanda penghormatan, melainkan pengakuan resmi atas keteguhan hati dan pengabdian tulus yang tak kenal lelah membela hak-hak rakyat yang terpinggirkan, menjadi suara bagi mereka yang tak didengar, serta berdiri tegak di barisan terdepan menegakkan keadilan di tengah arus kepentingan yang kerap membelokkan hukum.

Dalam kesempatan yang sarat makna ini, Dr.(c) Hermawan menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan mendalam untuk keempat tahun perjalanan PWDPI:

“Selamat Milad ke-4, PWDPI. Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk menjaga kebenaran di tengah gelapnya kabar yang berputar. Tetaplah menjadi pena yang tak dapat dibeli, menjadi suara yang tak dapat dibungkam, dan menjadi cahaya yang menuntun bangsa menuju keadilan yang sesungguhnya. Kemerdekaan pers adalah tiang demokrasi ,jangan pernah kau goyah!” Pesan Hermawan .

Masih sambung Dr.(c) Hermawan:

“Hukum diciptakan bukan untuk melayani mereka yang memegang kekuasaan maupun yang menguasai harta semata. Hukum adalah amanah Tuhan untuk melindungi yang lemah, membela yang tertindas, dan menyeimbangkan keadilan bagi setiap insan tanpa kecuali. Selama detak jantung ini masih berdenyut, kami tak akan berpaling dari kaum yang terpinggirkan! Kami tak akan berkompromi atas nama kebenaran! Keadilan bukan pemberian penguasa — itu hak setiap warga negara, dan kami akan terus memperjuangkannya sampai napas terakhir!”,Tegasnya.

Pemberian penghargaan ini menegaskan bahwa perjuangan yang dijalani adalah cerminan semangat keadilan yang sejati: hukum harus menjadi payung yang menaungi seluruh rakyat, bukan senjata yang diarahkan kepada yang tak berdaya. Pimpinan PWDPI menegaskan, sosok ini dipilih karena telah membuktikan bukan dengan kata-kata, melainkan dengan langkah nyata  bahwa kejujuran, keberanian, dan pengabdian kepada rakyat adalah kemuliaan tertinggi bagi siapa pun yang memegang profesi hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *