BLITAR,dailyindinesia.co – Suasana berbeda tersaji di kawasan wisata Pantai Gondo Mayit, Blitar. Grup musik Wono Music Fly (WMF) asal Pare, Kediri, mencoba menghadirkan warna baru dengan membawa konsep musik yang selama ini mereka mainkan di kafe ke ruang terbuka kawasan pesisir.
Wono Music Fly merupakan grup musik yang selama ini menjadi pengisi reguler di sejumlah kafe. Namun, rutinitas tampil dari satu kafe ke kafe lain membuat mereka mencoba mencari suasana baru. Pantai menjadi pilihan untuk menghadirkan pengalaman bermusik yang berbeda sekaligus menghibur wisatawan.
Salah satu penggerak Wono Music Fly, Mas Dul, mengatakan ide tersebut muncul dari keinginan para personel untuk keluar dari rutinitas.
“Setiap minggu kita biasanya ke kafe. Tapi lama-lama kan jenuh. Kita mencari suasana yang baru. Kita membayangkan kalau bermain musik di pantai atau di pesisir, kayaknya enak. Ternyata memang enak,” ujar Mas Dul.
Menurutnya, konsep bermusik di kawasan pantai memberikan pengalaman tersendiri. Perpaduan musik dengan suasana laut membuat penampilan band terasa lebih santai dan dekat dengan pengunjung.
“Musik pantai, suasananya juga berbeda,” katanya.
Kehadiran Wono Music Fly di Pantai Gondo Mayit bukan hanya menjadi aktivitas bermusik, tetapi juga bagian dari upaya memperluas ruang kreativitas bagi para musisi. Musik tidak harus selalu dimainkan di ruang tertutup seperti kafe, tetapi juga dapat hadir di ruang publik dan destinasi wisata.
Mas Dul berharap kreativitas semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, khususnya melalui seni musik.
“Harapannya, generasi penerus harus terus berkreasi. Salah satunya melalui seni musik. Jangan sampai kreativitas anak-anak muda berhenti,” tuturnya.
Dalam penampilannya, Wono Music Fly diperkuat sejumlah personel. Pada drum ada Mas Jack, bass Mas Hida, keyboard Mas Koko, gitar Mas Agus, serta vokal sekaligus gitar Mas Abun.
Sementara Mas Dul lebih banyak berperan sebagai penggerak, pengasuh sekaligus penyemangat bagi para personel.
Bagi pengunjung Pantai Gondo Mayit, kehadiran Wono Music Fly menjadi suguhan hiburan tersendiri. Alunan musik yang berpadu dengan panorama pesisir menghadirkan alternatif hiburan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai dengan nuansa berbeda.
Langkah Wono Music Fly menunjukkan bahwa ruang kreativitas musik dapat tumbuh di berbagai tempat. Dari kafe menuju pesisir, musik tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara para musisi menemukan suasana baru dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.(Vol)












