Trenggalek, dailyindonesia.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, memastikan stok beras di Kabupaten Trenggalek aman hingga akhir Desember 2024. Pernyataan ini disampaikan Edy usai melakukan inspeksi ke sejumlah titik penyimpanan pangan di Trenggalek. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung ketersediaan pangan, khususnya beras, demi menjaga stabilitas harga dan pasokan di masyarakat.
Dalam rangkaian tinjauannya, Edy pertama kali mengunjungi Gudang Bulog Karangsoko, tempat penyimpanan utama beras di Trenggalek. Saat ini, Gudang Bulog Karangsoko memiliki stok beras sebanyak 760 ton, dan jumlah ini akan segera meningkat dengan tambahan pasokan 900 ton yang dijadwalkan tiba pada 4 Oktober mendatang. Dengan jumlah stok tersebut, Edy optimistis persediaan beras di Bulog akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa mengunjungi Bulog untuk memantau stok pangan secara umum, kami ingin memastikan bahwa kebutuhan beras masyarakat Trenggalek dapat terpenuhi tanpa kendala.” ujarnya.
Selain mengunjungi Gudang Bulog, Edy bersama jajaran juga memantau ketersediaan pangan di Pasar Basah serta beberapa distributor sembako lainnya. Edy menyatakan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek siap menggelar operasi pasar secara insidental apabila dibutuhkan, guna menjaga stabilitas harga dan memastikan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
Untuk menjaga ketersediaan pangan, Pemkab Trenggalek juga berencana melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini diambil untuk menghadapi tren menurunnya produksi beras dalam negeri akibat berbagai faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen. “Meski stok saat ini aman, kita terus berupaya memaksimalkan produksi beras lokal, termasuk di Trenggalek,” pungkasnya.













