DLH Kabupaten Blitar Bimtek Dan Studi Lapangan Dalam Pengelolaan Sampah Bersama YKCA Blitar

BLITAR – Bimtek (Bimbingan Teknis) dan Studi Lapangan Dalam Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar mengikut sertakan Yayasan Karya Cipta Abisatya (YKCA) di Desa Adat Cemenggaon Kabupaten Gianyar Bali,Kemis (29/8/2024).

Bimtek di selenggarakan di LPD Desa Adat Cemenggaon Kabupaten Gianyar,diterima oleh I Wayan Agus Sugamia
Kepala Dusun Cemenggaon
Kabupaten Gianyar,Bialik Mistiana
Ketua BPS Desa Adat Cemenggaon
,diikuti Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Hakim Catur Yulianto beserta staf, Ketua YKCA Budi Agus Sulistyo dan 20 orang pengurus YKCA Blitar.
Penyampaian materi bimtek disampaikan Ketua BSP Bialik Mistiana.


 

” Yang intinya pertama kemauan dan tanggungjawab kita sebagai penyampah,pahami sampah itu dari mana,jenis sampah itu apa pahami dulu untuk ke teori.Terus teorinya apa,kalau ada sampah organik kemana, intinya kembali ke alam,anorganik ke pabrik untuk diolah.Pemisahan sampah ini dilakukan oleh warga sebagai media untuk ke bank sampah.”

Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Hakim Catur Yulianto menanggapi
“Alhamdullilah ya teman teman dari YKCA sudah mendengar ada metode yang sangat berguna yang bisa dilakukan oleh kita semua,terutama untuk sampah organik,dimana kita tahu 60 sampai 70 % sampah kita sampah organik.Sehingga ketika semua masyarakat sudah menerapkan maka massa yang ke TPA kan sangat jauh menurun karena kalau kita menggunakan pola lama semua membuang ke TPA maka TPA akan cepat penuh dan kita tahu setiap ada tempat TPA masyarakat selalu menolak diwilayahnya.

Oleh karena itu ini adalah metode yang sangat bagus dengan adanya bete modern sampah organik yang ada dirumah tangga bisa selesai dan yang anorganik terpilah menjadi dua mana yang masih bisa dimanfaatkan untuk dijual atau mempunyai nilai.Maka dari itu DLH dan YKCA bisa bersinergi untuk bisa menerapkan apa yang sudah didapat dari kegiatan bimtek ini untuk masyarakat.”

Sesi tanya jawab menambah hangat suasana ketika persoalan sampah menjadi hal yang serius untuk ditangani.

Perbedaan kultur budaya setiap daerah tidak sama, seperti keberadaan Desa Adat di Bali ini merupakan pelaksana kearifan lokal di Bali yang tidak ada didaerah lain. Desa adat menjadi penentu dalam melibatkan masyarakat untuk ambil peran dalam penanganan sampah.Persamaan Desa adat di daerah lain bisa disetarakan dengan pemerintah desa juga bisa difungsikan sama dengan Desa Adat di Bali dengan kebijakan yang dibuat dan disepakati bersama oleh warga masyarakat.

Usai Bimtek peserta foto bersama dan saling memberi cindera mata dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar dan dari Desa Adat Cemenggaon Kabupaten Gianyar. Seterus kegiatan dilanjutkan kelokasi metode Bete Modern di kediaman warga sekitar Desa Adat.

Ketua Yayasan Karya Cipta Abisatya (YKCA) Agus Budi Sulistyo merespon positif atas kegiatan Bimtek ini ” Pertama kami berterimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar karena sudah mengikutsertakan YKCA dalam kegiatan Bimtek ini. kedua hasil dari bimtek ini YKCA akan memfasilitasi pengurus YKCA dan anggota untuk melakukan sesuai teori yang sudah diberikan.Hasilnya akan kita sampaikan kepada masyarakat yang ada didesa atau kelurahan dari personil yang sudah mengikuti bimtek jadi tidak hanya menjadi teori melainkan dilaksanakan sesuai dengan tujuan YKCA yaitu melestarikan lingkungan hidup,maka dari itu peran pemerintah pusat, propinsi dan daerah sangat kami harapkan dalam penanggulangan sampah ini agar tidak menjadi ancaman serius bagi kita semua.(Vol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *