Trenggalek, dailyindonesia.co – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek menggelar aksi protes di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek pada Jumat (15/03/2023). Mereka membawa dua isu utama yang menjadi fokus perhatian: kondisi jalan rusak dan kenaikan harga beras yang signifikan. Tidak hanya itu, mereka juga mengkritik penunjukkan Bupati Trenggalek sebagai agen perubahan.
Koordinator lapangan Mamik Wahyuningtyas mengatakan, kekecewaannya terhadap kinerja pemerintah terkait isu-isu tersebut.
“Kami membawa aksi terkait kenaikan harga beras yang signifikan yang berdampak menyengsarakan rakyat, hal ini berdasarkan survei kami di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang berlubang di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Suruh dan Pule, serta Kampak yang telah menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.
” Kami menuntut untuk segera diperbaiki, kritik ini sebagai bentuk kepedulian kami, karena suara rakyat juga suara kami,” ujarnya.
GMNI menilai bahwa penunjukkan Bupati Trenggalek sebagai agen perubahan dianggap tidak tepat.
“Agen perubahan belum layak untuk dinobatkan kepada Bupati Trenggalek, faktanya belum ada perubahan yang signifikan di Trenggalek, utama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Seementara dalam pantauan dailyindonesia.co dilapangan, tampak hanya beberapa anggota GMNI beraksi di depan Gedung DPRD Trengglek sembari membakar ban. Tidak ada kerusuhan dalam aksi itu.













