Berita  

Ratusan Pelajar SD-SMP Katolik Yos Sudarso Kota Blitar Nobar “Cyberbullying” untuk Belajar Bijak Bermedsos

BLITAR, dailyindonesi.co – Suasana bioskop di GTV Blitar Square hari ini tampak berbeda, Kemis,(13/11/2025). Ratusan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik yos Sudarso Kota Blitar memadati studio, bukan untuk sekadar hiburan, melainkan untuk sebuah kegiatan edukasi penting: nonton bareng (nobar) film “Cyberbullying”.

Didampingi oleh para guru, kegiatan yang diinisiasi oleh pihak sekolah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung dan visual mengenai bahaya perundungan siber (cyberbullying) dan pentingnya etika dalam menggunakan media sosial (medsos).
Film “Cyberbullying” yang baru saja dirilis dipilih karena alur ceritanya yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan para pelajar di era digital. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya film, yang sarat dengan pesan moral tentang dampak negatif dari komentar jahat, penyebaran hoaks, dan tekanan mental yang dialami korban perundungan daring.

Usai pemutaran film, Kepala Sekolah SD Katolik Yos Sudarso Kota Blitar Maria Agustina yang turut hadir mendampingi para siswa, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Ini adalah metode pembelajaran yang luar biasa efektif. Terkadang, nasihat di kelas saja tidak cukup,” ujar Maria.
“Melalui film ini, anak-anak bisa melihat langsung visual, emosi, dan konsekuensi nyata dari cyberbullying. Ini ‘kena’ sekali di hati mereka. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bekal penting bagi mereka untuk bijak di dunia maya.”

Belajar Sambil Rekreasi
Para pelajar yang mengikuti kegiatan ini terlihat senang dan lega bisa belajar di luar lingkungan sekolah. Bagi mereka, metode ini terasa lebih segar dan menyenangkan.

Filmnya seru tapi juga bikin takut kalau jadi jahat di internet. Jadi lebih mengerti sekarang,” ungkap Yosep, salah seorang siswa SMP yang hadir.

Kegiatan nonton bareng ini membuktikan bahwa edukasi tentang isu-isu sosial yang kompleks seperti cyberbullying dapat disampaikan dengan cara yang kreatif dan disukai oleh generasi muda. Diharapkan, usai menonton film ini, para pelajar dapat lebih berempati, berpikir dua kali sebelum mem-posting sesuatu, dan turut aktif dalam menciptakan lingkungan media sosial yang lebih positif.(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *